Tuesday, March 31, 2009

Creno Acoustic

Beberapa waktu lalu, kami mengunjungi kafe yang biasa menjadi tempat bagi para DJ dan band-band kafe menunjukkan kepiawaiannya. Ada hal yang sangat mengganggu telinga ketika sebuah band tampil live di sebuah panggung kecil di tengah ruangan. Sound yang sangat me- nusuk telinga mau tidak mau membuat telinga harus disumpal dengan tissue. Berbeda ketika sang DJ menggantikan band untuk tampil. Low frequencies yang kental banget dari olahan sound DJ, nyaman-nyaman saja dinikmati oleh telinga. Muncul pertanyaan di benak penulis, apa hal mendasar yang sebenarnya mempengaruhi sound yang ditampilkan secara live tersebut.

Kafe yang kami kunjungi adalah sebuah kafe 2 lantai, dengan panggung berada di tengah ruangan di lantai 1. Tidak ada yang aneh dengan itu. Sebuah kafe yang didesain bukan hanya untuk tempat makan, tapi juga untuk live music. Yup! Ternyata kafe tersebut adalah sebuah ruangan dimana bunyi merambat. Sebuah ruangan di mana ada suara yang dihasilkan performer untuk didengar audience dengan harapan audience dapat menikmati musik yang dihasilkan performer. Sayangnya pesan dari performer tidak mampu di tangkap dengan baik oleh audience karena ruangan tidak didesain dengan maksimal untuk itu. Akibatnya, ada sound yang menusuk telinga, yang sangat tidak nyaman bagi audience.

Pada dasarnya bagaimana sound merambat ke telinga kita dari sumber bunyi, maka itu disebut akustik. Itulah sebabnya setiap ruangan di mana kita membutuhkan suara/sound yang baik dari sumber bunyi membutuhkan akustik yang baik pula. Sebagus apapun sound system, jika akustik tidak mendukung, maka yang didengar oleh audience adalah sound yang jauh dari asli sumber bunyi. Termasuk kafe tersebut. Atau contoh lainnya, concert hall, studio musik, ruang controlling di studio, dan sebagainya. Akustik yang baik tidak boleh merubah, menambah, mengurangi materi yang dihasilkan sumber bunyi.